Bahaya Mengintai, Ditjen Badilum Undang BSSN Bahas Pentingnya Keamanan Siber
Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, meningkatnya ancaman dan risiko keamanan siber merupakan suatu keniscayaan. Penguatan terhadap keamanan siber dan infrastruktur teknologi informasi yang terkait pada suatu instansi merupakan sebuah hal yang mutlak untuk mendukung pelayanan publik yang modern dan berintegritas. Oleh karena itu, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum mengundang Badan SIber dan Sandi Negara (BSSN) untuk meningkatkan pemahaman para pengelola media Ditjen Badilum pada sesi kedua Workshop dan Koordinasi Media yang dilaksanakan pada tanggal 24 s.d. 26 Juni 2026. Dengan topik "Penguatan Pengamanan Siber Perangkat Teknologi Informasi pada Instansi Pemerintah", pemaparan disampaikan oleh Ketua Tim Security Monitoring (National Command Center), National Cyber and Crypto Agency, Claudia Dwi Amanda, S.ST., M.MHan.
Pada sesi ini, BSSN membahas mengenai berbagai jenis serangan siber yang mungkin terjadi dan bagaimana cara menanggulanginya. BSSN mengapresiasi keamanan siber Ditjen Badilum yang sejauh ini minim serangan, tetapi tetap menghimbau agar terus menjaga dan berkolaborasi terkait keamanan siber dalam pengelolaan media informasi. Selain itu, BSSN juga menekankan pentingnya pengembangan sistem dan aplikasi dengan paradigma yang mengutamakan keamanan (Dev-Sec-Ops) dan juga selalu ingat akan konsep Zero Trust, yaitu dengan selalu memverifikasi setiap permintaan akses terlebih dahulu. Melalui pemaparan ini, diharapkan kesadaran para pengelola media informasi pada Ditjen Badilum terkait keamanan siber khususnya keamanan media informasi yang dikelola, dapat meningkat dan dapat meminimalisasi serta memitigasi ancaman siber yang mungkin terjadi.


